ANALISIS SISTEM PENGANGKUTAN SEMEN PT. SEMEN TONASA (PERSERO)

Posted: Desember 30, 2011 in Uncategorized

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
PT. Semen Tonasa (Persero) merupakan pabrik semen terbesar di kawasan Timur Indonesia, dengan kapasitas produksi sebesar 3.400.000 ton/tahun.
Dewasa ini PT. Semen Tonasa (Persero) hanya memproduksi semen Portland jenis C, yang diproduksi dalam bentuk semen sak maupun semen curah, bergantung pada permintaan atau pesanan.
PT. Semen Tonasa (Persero) memasarkan produknya di Pulau Sulawesi bersama-sama dengan PT. Semen Kupang dan Semen Bosowa, serta wilayah-wilayah di sekitarnya, seperti Kalimantan, Maluku, Irian Jaya (Papua), Bali, Nusa Tenggara, serta ada juga yang diekspor ke Filipina dan Bangladesh. Untuk distribusi semen ke luar Pulau Sulawesi, semen sak maupun semen curah diangkut dari lokasi pabrik menggunakan truk pengangkut untuk kemudian dikantongkan menjadi semen sak atau diangkut langsung ke dalam kapal dalam bentuk semen curah di Pelabuhan Biring Kassi.
Proses pengangkutan semen dari pabrik ke Pelabuhan Biring Kassi ini mengalami hambatan dalam hal pemenuhan target pengangkutan yakni 170 truk pengangkut/hari. Hal tersebut disebabkan karena rute yang cukup panjang, mulai dari silo pabrik, timbangan, pos pemeriksaan, jalan raya Tonasa, jalan Biring Kassi, hingga akhirnya sampai ke silo pantai atau kapal pengangkut. Rute yang panjang ini sangat berpotensi menimbulkan waiting lines atau garis tunggu di tiap-tiap titik singgah dan tentu saja waktu menunggu yang lama sangat tidak diharapkan karena dapat menurunkan efisiensi sistem pengangkutan semen dari pabrik ke Pelabuhan Biring Kassi.
Antrian atau waiting lines yang terjadi dalam sistem pengangkutan semen dari pabrik ke Pelabuhan Biring Kassi ini tidak dapat dihindari, disebabkan karena beberapa faktor yang juga menjadi bahan pertimbangan dalam melakukan penelitian tugas akhir, sebagai berikut:
1. Melalui jalan raya yang juga digunakan oleh masyarakat umum, terlebih lagi karena adanya lampu merah yang harus dilalui dalam rute tersebut.
2. Prosedur-prosedur penimbangan dan pemeriksaan yang memakan waktu.
1.2 Rumusan Masalah
Sistem pengangkutan semen curah dari silo pabrik sampai ke Pelabuhan Biring Kassi dirasakan masih kurang optimal akibat antrian yang seringkali timbul karena panjangnya rute perjalanan yang harus dilalui, khususnya karena melalui jalan yang digunakan oleh masyarakat umum, dan lampu merah.
Antrian yang terjadi dalam sistem ini akan mengurangi efisiensi sistem pengangkutan, dengan kata lain akan membuat sistem bekerja tidak optimal. Faktor utama yang menyebabkan berkurangnya efisiensi kerja sistem pengangkutan ketika antrian ini terjadi adalah sebagai berikut:
1. Masa sibuk atau menganggur yang terjadi dalam sistem berlangsung cukup lama.
2. Waktu menunggu rata-rata setiap truk pengangkut dalam antrian dan sistem yang cukup panjang
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk:
1. Mengetahui posisi bottleneck pada sistem pengangkutan semen PT. Semen Tonasa (Persero).
2. Menghitung probabilitas server dalam keadaan menganggur.
3. Menghitung waktu menunggu rata-rata (mean lead time) setiap truk pengangkut dalam antrian.
4. Menghitung waktu rata-rata yang digunakan setiap truk pengangkut dalam sistem.
5. Mensimulasikan antrian yang terjadi dalam sistem.
1.4 Batasan Masalah
Dalam penulisan skripsi ini, kami membatasi masalah pada:
1. Sistem pengangkutan semen yang dimaksud adalah pengangkutan semen curah dari silo (dalam pabrik) sampai silo pantai di Pelabuhan Biringkassi.
2. Analisis ini dilakukan dengan pendekatan metode antrian (M/M/1); (FCFS/~/~) dan (M/M/C); (FCFS/~/~), dengan asumsi distribusi kedatangan truk pengangkut mengikuti distribusi Poisson, distribusi waktu pelayanan truk pengangkut di tiap-tiap titik singgah mengikuti distribusi eksponensial, saluran pelayanan tunggal dan ganda, disiplin pelayanan First Come First Serve (FCFS), serta jumlah kedatangan dan besar populasi yang tak terhingga.
3. Diasumsikan seluruh truk pengangkut yang mengangkut semen dari pabrik ke pelabuhan tidak mengalami kerusakan dalam perjalanannya.
4. Diasumsikan seluruh truk pengangkut semen tidak keluar dari rute pengangkutan, misalnya melakukan pengisian bahan bakar di SPBU, dan lain-lain.
5. Diasumsikan arus lalu lintas pada jalur pengangkutan diasumsikan normal.
6. Diasumsikan silo pabrik dalam keadaam selalu terisi semen.
Tugas akhir ini hanya terfokus pada menganalisa tingkat kedatangan dan pelayanan pada setiap titik yang dilalui oleh truk pengangkut semen dari pabrik sampai Biring Kassi.
1.5 Manfaat Penelitian
1. Bagi perusahaan
Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat :
a. Memberikan analisis dan solusi yang memadai dalam meningkatkan efisiensi sistem pengangkutan semen dari pabrik ke Pelabuhan Biringkassi.
b. Menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan saat efisiensi sistem pengangkutan telah dioptimalkan, untuk kemudian melakukan kebijakan dalam menyeimbangkan antara biaya tunggu karena antrian yang terjadi, terhadap biaya mencegah terjadinya antrian tersebut sehingga dapat diperoleh keuntungan yang optimal.
2. Bagi akademik, diharapkan dapat menjadi bahan masukan untuk mengembangkan pengetahuan mengenai metode antrian dan penerapan teknologi yang aplikatif dalam pemecahan masalah, khususnya unuk masalah antrian itu sendiri.
3. Bagi penulis, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mengenai metode antrian dan penggunaan simulasi komputer, khususnya Arena, dalam sistem manufaktur.

disusun oleh:
NANI S. PANRELLI (D 221 03 030)
DEWI SARTIKA (D 221 03 031)
PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI
JURUSAN MESIN FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s