KAJIAN DECOUPLING POINT DALAM SUPPLY CHAIN MANAGEMENT DI PT.MARUKI INTERNATIONAL INDONESIA Tbk

Posted: Desember 30, 2011 in Uncategorized

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Teknologi yang makin canggih, dan makin beragamnya jenis dan karakteristik dari suatu produk serta menuntut pelayanan (service) yang memuaskan bagi pelanggan. Hasilnya makin meningkatkan biaya produk dari suatu perusahaan yang membuat beberapa perusahaan di Indonesia dan terlebih negara-negara maju untuk membuat suatu sistem distribusi yang jauh lebih efektif, terstruktur, dan sistematis sehingga mampu menekan biaya-biaya yang terjadi selama proses produksi dan Proses Distribusi suatu Produk.
Dewasa ini telah diperkenalkan system manajemen yang dinamakan Supply Chain Management atau biasa disingkat SCM. Pengertian SCM menurut Kalakota (2000) : Manajemen Rantai Suplai (Supply chain management) adalah sebuah ‘proses payung’ di mana produk diciptakan dan disampaikan kepada konsumen dari sudut struktural. Sebuah supply chain (rantai suplai) merujuk kepada jaringan yang rumit dari hubungan yang mempertahankan organisasi dengan rekan bisnisnya untuk mendapatkan sumber produksi dalam menyampaikan kepada konsumen. Tujuan yang hendak dicapai dari setiap rantai suplai adalah untuk memaksimalkan nilai yang dihasilkan secara keseluruhan (Chopra, 2001). Rantai suplai yang terintegrasi akan meningkatkan keseluruhan nilai yang dihasilkan oleh rantai suplai tersebut. Secara khusus, dalam Supply Chain terdapat berbagai macam gejala dan permasalahan yang sering menjadi perdebatan atau dianalisis sehingga menimbulkan beberapa variasi asumsi yang dapat dibuktikan dengan kenyataan di Lapangan.
PT. Maruki International Indonesia berlokasi di Makassar, provinsi Sulawesi Selatan, kurang lebih 15 km arah Utara kota Makassar, tepatnya di Kelurahan Kapasa, kecamatan Tamalanrea dalam Kompleks Kawasan Industri Makassar (KIMA) dengan hasil produksi utama adalah Butsudan yang seluruh konsumennya berasal dari Jepang .
Salah satu alur SCM yang terkenal pada dewasa ini yang jaringan kerjanya sangat kolektif dan sistematis dan menghasilkan beberapa gejala penundaan Deadline Time, Non-Peramalan dan mengandung unsur Cuztomization dilakukan pada PT. Maruki International Indonesia Tbk. Produk dari perusahaan tersebut sangat beraneka ragam sehingga memperluas jaringan distribusi dan menghasilkan pelayanan yang sangat customize, dimana setiap jenis butsudan(jelaskan dulu apa itu butsudan) yang dihasilkan selalu menyesuaikan dengan permintaan Customer dan dalam memenuhi beraneka ragamnya menggunakan beberapa strategi produksi dan distribusi serta waktu tunggu (Lead Time) untuk setiap prosesnya. Gejala atau Fenomena yang dimaksud adalah Decoupling Point (DP). Yang dimaksud dengan Decoupling Point adalah titik temu dimana suatu kegiatan yang terlibat dalam Proses Supply Chain bisa dilakukan atas dasar Strategic Fit perusahaan dan dari mana kegiatan produksi butsudan harus ditunda sampai ada ukuran permintaan yang pasti dari Customer, Decopling Point juga sering disebut sebagai Order Penetration Point (OPP) . (menurut siapa)
Disinilah penulis tertarik untuk mempelajari lebih dalam mengenai aplikasi Decoupling Point di Perusahaan, terlebih lagi yang berkoordinasi dengan pihak asing.
Penulis tertarik untuk mengkaji dan menganalisis kebijakan dari perusahaan yang mendukung terlaksananya Strategic Fit (Strategi Perusahaan) secara lebih efektif. Dengan kata lain bagaimana perusahaan berusaha mensinkronkan antara variasi permintaan pelanggan (Make To Order) dengan sistem perakitan butsudan (Engine To Order )? .
Dan atas dasar inilah penulis memilih judul “Model Supply Chain Management dengan variasi Decoupling Point di PT. Maruki International Indonesia Tbk” sebagai Tugas Akhir.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan Latar Balakang maka dipilih pokok permasalahan sebagai berikut :
1. Apa saja proses yang terlibat dalam Jaringan Kerja Supply Chain secara kolektif .
2. Bagaimana pengaruh Decoupling Point terhadap Manajemen Strategis yang diterapkan dalam sistem kolektif .
C. Batasan Masalah
Untuk mengarahkan agar penelitian dan permasalahan yang dikaji lebih mendetail dan sesuai dengan judul dan tujuan penulisan Tugas Akhir ini, maka penulis membatasi masalah yang akan dibahas berikut ini:
1. Berbagai Proses di PT Maruki International Indonesia Tbk .
2. Membandingkan Elemen-Elemen dalam Proses Supply Chain Management dan bagaimana karakteristik Butsudan sebagai Produk Inovatif .
3. Berbagai manajemen Strategik di PT. Maruki International Indonesia Tbk .
4. Decoupling Point yang terjadi pada PT. Maruki International Indonesia Tbk .
D. Tujuan Penelitian
1. Mengidentifikasi Proses yang akan terjadi dalam SCM serta seberapa jauh Proses tersebut mempengaruhi efektifitas alur proses produksi dan bahan baku .
2. Membandingkan tingkat keberhasilan penerapan Mass Customization Strategy dengan Variasi Decoupling Point .
3. Mengidentifikasi dan menganalisa karakteristik proses pengerjaan Butsudan untuk memenuhi permintaan sesuai variabilitas dari konsumen.
4. Membuat model Supply Chain Management pada PT. Maruki International Indonesia Tbk .
E. Manfaat Penelitian
1. Bagi penulis, untuk mengetahui lebih dalam mengenai Proses Supply Chain Management dan gejala Decoupling Point yang berlaku di PT Maruki International Indonesia Tbk.
2. Bagi kalangan Akademik, khususnya Program Studi Teknik Industri dapat dijadikan salah satu referensi untuk memperluas pemahaman mengenai Manajemen Strategic dan Decoupling Point pada SCM .
3. Bagi Perusahaan, untuk menjadi masukan bagi Perusahaan dalam mengefektifkan Manajemen Strategis dan bagian penjualan.

disusun oleh:
ANTONIO (D221 05 020)
M.AISAR WAHID (D221 05 028)
PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI
JURUSAN MESIN FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2011

Komentar
  1. ridwan mengatakan:

    mksh gan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s