Perencanaan Sistem Produksi Perakitan Menggunakan Line Balancing Metode Heuristic pada Pre Delivery Centre PT. Hadji Kalla

Posted: Desember 30, 2011 in Uncategorized

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Setiap perusahaan di seluruh kegiatannya mempunyai maksud dan tujuan dalam membuat dan menjual berbagai produk atau menawarkan jasa tertentu, untuk itu maka perusahaan harus menyesuaikan dengan keinginan konsumen atau kemajuan zaman. Sebagai salah satu fungsi manajerial terpenting dalam sebuah perusahaannya adalah menjamin bahwa masukan-masukan berbagai sumber daya dapat menghasilkan produk atau jasa yang dirancang secara tepat atau keluaran-keluaran yang dapat memuaskan konsumen.
Dalam pengelolaan serta pengalokasian sumber-sumber daya yang tersedia diperlukan suatu kerangka atau sistem kerja yang saling mendukung. Salah satu bagian tersebut adalah bagian produksi yang merupakan suatu kegiatan yang menjadi fokus di dalam suatu fungsi perusahaan secara keseluruhan. Produksi sebagai suatu sistem yang terdiri dari unsur-unsurnya seperti modal, bahan, mesin, metoda dan tenaga kerja saling mempengaruhi dan saling bergantung sehingga diharapkan terciptanya suatu proses operasi yang efektif.
Tujuan akhir perusahaan dalam memproduksi suatu barang atau jasa adalah adanya kemajuan bagi usaha tersebut hingga dapat memperoleh laba atau keuntungan secara ekonomis mampu memenuhi tingkat permintaan yang ada sehingga bisa merebut peluang pasar.
Permasalahan keseimbangan lintasan produksi paling banyak terjadi pada proses perakitan dibandingkan pada proses pabrikasi. Pergerakan yang terus menerus kemungkinan besar dicapai dengan operasi-operaasi perakitan yang dibentuk secara manual katika beberapa operasi dapat dibagi dengan durasi waktu yang pendek. Semakin besar fleksibilitas dalam dalam mengkombinasikan beberapa tugas, maka semakin tinggi pula tingkat keseimbangan tingkat keseimbangan yang dapat dicapai, hal ini akan membuat aliran yang muls dengan membuat utilisasi tenaga kerja dan perakitan yang tinggi (Nasution, 2003). Adanya kombinasi penugasan kerja terhadap operator atau grup operator yang menempati stasiun kerja tertentu juga merupakan awal masalah keseimbangan lintasan produksi, sebab penugasan elemen kerja yang berbeda akan menimbulkan perbedaan dalam jumlah waktu yang tidak produktif dan variasi jumlah pekerjaan yang dibutuhkan untuk menghasilkan keluaran produksi tertentu dalam lintasan tersebut. Masalah-masalah yang terjadi pada keseimbangan lintasan dalam suatu lintasan produksi biasanya tampak adanya penumpukan material, waktu tunggu yang tinggi dan operator yang menganggur karena beban kerja yang tidak teratur. Untuk memperbaiki kondisi tersebut dengan keseimbangan lintasan yaitu dengan menyeimbangkan stasiun kerja sesuai dengan kecepatan produksi yang diinginkan.
Keseimbangan yang sempurna tercapai apabila ada persamaan keluaran (output) dari setiap operasi dalam suatu runtutan lini. Bila keluaran yang dihasilkan tidak sama, maka keluaran maksimum mungkin tercapai untuk lini operasi yang paling lambat. Operasi yang paling lambat menyebabkan ketidakseimbangan dalam lintasan produksi. Keseimbangan pada stasiun kerja berfungsi sebagai sistem keluaran yang efisien. Hasil yang bisa diperoleh dari lintasan yang seimbang akan membawa ke arah perhatian yang lebih serius terhadap metode dan proses kerja. Keseimbangan lintasan juga memerlukan ketrampilan operator yang ditempatkan secara layak pada stasiun-stasiun kerja yang ada. Keuntungan keseimbangan lintasan adalah pembagian tugas secara merata sehingga kemacetan bisa dihindari.
Pre Delivery Centre PT. Hadji Kalla merupakan unit kerja dari PT. Hadji Kalla yang menangani distribusi kendaraan produk Toyota dimana pada proses bergerak dalam bidang perakitan aksesoris dan pendistribusian produk. Produksi yang dilakukan oleh Pre Delivery Centre PT. Hadji Kalla tidak hanya untuk pemenuhan demand area Makassar, melainkan untuk pemenuhan demand area Sulawesi Tengah. Dengan besarnya jumlah produk dan banyaknya jenis/platform produk yang akan dipasang aksesoris maka tidak heran jika dijumpai permasalahan dalam proses produksinya, seperti terjadinya bottleneck pada stasiun perakitan (spec up area).
Terjadinya bottleneck pada lintas perakitan disebabkan oleh ketidaksamaan waktu stasiun dengan waktu siklus atau dapat dikatakan tidak seragamnya waktu pengerjaan pada setiap stasiun kerja. Juga akibat dari kurang atau tidak adanya alat-alat pendukung pekerjaan perakitan, seperti rak tempat peralatan pada setiap stall sehingga menimbulkan waktu tunggu serta pembagian elemen kerja dengan jumlah stasiun yang dimiliki sekarang dilakukan tanpa memperhitungkan waktu siklus. Terjadinya bottleneck pada stasiun kerja dapat menyebabkan terhambatnya proses produksi, karena karena terjadi diskontinu lintas perakitan, dimana stasiun kerja bottleneck mengalami penumpukan Work in Process (WIP) sedangkan stasiun kerja yang lain menganggur. Sementara itu yang diharapkan perusahaan adalah terjadinya keseimbangan stasiun kerja agar lintas perakitan dapat berproduksi secara kontinu.
Masalah – masalah yang timbul dalam suatu perusahaan sudah lumrah terjadi dan salah satu masalah yang terjadi di Pre Delivery Centre PT. Hadji Kalla ini yaitu masalah waktu menganggur dan efisiensi lintas perakitan yang mempunyai andil besar dalam menentukan besarnya output yang dapat diselesaikan oleh Pre Delivery Centre PT. Hadji Kalla. Sebagai contoh adalah ekspektasi target output unit mobil yang dapat diselesaikan dalam 1 hari kerja adalah sebesar 60 unit mobil (all platform) namun jumlah output dalam realita aktual di lapangan adalah hanya sebesar ± 50 unit yang dapat terselesaikan. Ketidaksamaan waktu siklus (aktual) antar stall pada stasiun kerja penginstalan aksesoris (spec up area) mempunyai andil dalam permasalahan yang dihadapi perusahaan sehingga tidak mampu memenuhi ekspektasi target. Perbedaan waktu produksi antar stall inilah yang menyebabkan ketidakseimbangan lintasan perakitan sehingga waktu tunggu meningkat dan mengakibatkan adanya waktu menganggur (idle time) pada salah satu stall.
Untuk itu diperlukan suatu metode yang tepat yang akan disajikan kepada manajemen perusahaan tentang efisiensi stasiun kerja yang optimum dan faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakseimbangan antar lini kerja yang mengakibatkan perbedaan kecepatan produksi/perakitan. Dari hasil kajian tersebut, maka dapat dilakukan evaluasi perencanaan dan perbaikan metode dan pembobotan kerja untuk mengoptimalkan stasiun kerja perakitan pada Pre Delivery Centre PT. Hadji Kalla.
Berangkat dari kondisi tersebut, penulis bermaksud menjadikan sebagai bahan penelitian tugas akhir, dengan judul : Perencanaan Sistem Produksi Perakitan Aksesoris Menggunakan Line Balancing Metode Heuristic (Studi Kasus Pre Delivery Centre PT. Hadji Kalla).

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian kami yaitu untuk merencanakan metode dan proses kerja yang efisien , maka yang menjadi rumusan masalah penelitian tugas akhir ini adalah bagaimana merencanakan sistem produksi perakitan dengan menggunakan metode Line Balancing pada stasiun kerja perakitan Pre Delivery Centre PT. Hadji Kalla.

C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah:
1. Mengetahui besarnya waktu siklus maksimum, waktu baku setiap elemen kerja dan jumlah stasiun kerja minimum.
2. Meningkatkan efisiensi lintasan produksi melalui perbaikan metode kerja.
3. Merancang usulan perbaikan lintas perakitan produksi pada spec up area.

D. Batasan Masalah
Dalam penelitian tugas akhir ini agar tidak terlalu luas pokok permasalahannya, maka kami membatasi pokok permasalahan agar didapatkan suatu hasil yang terarah dan terfokus pada suatu keadaan tertentu. Adapun batasan masalahnya yaitu sebagai berikut :
1. Metode yang digunakan untuk merencanakan keseimbangan lintasan adalah Heuristic Line Balancing.
2. Pengamatan atau pengambilan data dilakukan hanya pada waktu bulan Juli 2010.
3. Penelitian hanya dilakukan di stasiun kerja pemasangan aksesoris mobil Pre Delivery Centre PT. Hadji Kalla, Makassar.
4. Objek penelitian adalah mobil Avanza type G Sporty (Line A) yang mempunyai spesifikasi aksesoris terbanyak.
5. Kondisi dan cara kerja dari pekerjaan yang diukur sudah baik atau sudah memenuhi prosedur standar perusahaan.

E. Manfaat Penelitian
1. Bagi mahasiswa:
a. Dapat menerapkan atau mengimplementasikan bidang ilmu yang telah didalami selama kuliah dalam kehidupan nyata.
b. Dengan melakukan penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan penulis, tidak hanya sebatas teoritis semata.
2. Bagi Akademik :
a. Menjalin kerja sama dengan pihak luar dalam upaya pengembangan mahasiswa dan Universitas sendiri.
b. Menambah referensi bacaan dalam bentuk skripsi untuk kebutuhan perpustakaan terutama mengenai perancangan sistem produksi perakitan dengan menggunakan metode Line Balancing.
3. Bagi perusahaan :
a. Sebagai bahan masukan bagi perusahaan dalam rangka peningkatan produktivitas perusahaan dengan mengoptimalkan efisiensi stasiun kerja.

 

disusun oleh

Andry Anugrah (D22105045)

Muliyadi (D22105047)

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI

JURUSAN MESIN FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR

2011

Komentar
  1. ariyo mengatakan:

    tolong donk kasih contoh pengolahan datanya, perlu banget nih buat panduan ; )

  2. tampan mengatakan:

    lanjutnya mana ni

  3. alvera mengatakan:

    buku apa yg sebaiknya saya gunakan sebagai referensi/panduan yg baik?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s